Sejarah

Berdiri pada zaman pemerintahan Hindia Belanda sebagai satu-satunya Sekolah Menengah Tingkat Permulaan (Pertama) di wilayah Karesidenan Madiun dengan nama MULO, singkatan dari Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs. Sekolah ini hanya menampung siswa dalam jumlah terbatas dengan persyaratan dan seleksi yang sangat ketat. Kemudian, pada zaman Jepang sekolah ini diganti nama Madiun Syuu Shuto Chugako yang artinya Sekolah Menengah Tingkat Permulaan di Madiun. Pada tahun 1948, Masa Pemberontakan PKI atau dikenal dengan Peristiwa PKI Madiun, sekolah ini dianggap sebagai tempat para pelajar dan rakyat membahas strategi untuk menentang tipu muslihat komunis dengan gerakan Front Demokrasi Rakyat. Oleh karena itulah, sekolah ini akhirnya menjadi sasaran teror dari komunis. Hal ini terbukti dari spanduk-spanduk PKI ang dipasang di depan sekolah ini. Sekaligus sekolah ini menjadi saksi, diproklamirkannya Republik Soviet Komunis di Madiun yang bertempat di Gedung Karesidenan Madiun. (sumber Wikipedia)